Ibu, Kekuatan dalam Hidupku
Assalamu’alaikumwarahmatullahi wabarakatuh
Hallo guys, perkenalkan aku Satina, biasa orang memanggilku Tina. Aku ingin menceritakan sosok yang paling dekat denganku, sangat berharga bagiku, yaitu Ibuku. Aku sangat mengagumi sosok ibuku, yang memiliki jiwa yang tegas dan kuat, serta sangat lembut hatinya, dan sosok yang sangat penyayang. Ibuku bernama Rukiah, beliau lahir di Teluk Nibung tanggal 7 Januari 1979. Ibuku merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara.
Ibuku
memiliki badan yang sedikit berisi, dengan hidung yang agak mancung, serta
warna kulit seperti warna sawo matang, dan sangat pembersih. Dengan sifat aku
yang pemalas, aku sering diomeli, dan dinasehati terus menerus ibu selalu
bilang kepadaku, kamu gak boleh malas, jaga kebersihan, kamu kan anak perempuan
harus rajin, katanya. Ibu tidak pernah lelah menasehati anaknya, bagiku beliau
sangat sempurna, ibu juga cantik dengan auranya yang begitu lembut.
Ibu
merupakan orang yang sangat ramah, setiap tetangga yang lewat pasti diajak
ngobrol olehnya, walaupun sebentar. Pernah aku pergi ke toko sama ibu, pasti
lama banget nyampe ke toko, karena selalu berhenti di pinggir jalan, ada aja
yang di sapanya. Udah itu lama banget ngobrolnya, kadang aku kesel sendiri, ya
ibu-ibu kalo udahngobrol sampai lupa waktu. Terkadang aku penasaran apa yang
dibicarakan ibu, sampai bisa sebelah itu ngobrolnya.
Selain
sebagai ibu rumah tangga, ibu adalah seorang Guru Ngajidikampung ku. Ia
memiliki suara yang indah saat melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Setiap ada
acara maulid nabi, acara nikahan, beliaulah yang dipersilahkan untuk mengaji di
acara tersebut. Ibuku merupakan orang yang sangat penyayang terhadap siapapun, ketika
mengajar anak-anak mengaji, diajarinya dengan sabar dan tenang, dibimbingnya,
sehingga anak-anak pandai mengaji dengan lancar. Aku salah satu termasuk
muridnya, aku belajar mengaji dengan ibuku. Sudah tak terhitung berapa murid
yang diajarinya, karena, saat di Teluk Nibung sampai pindah ke Kubu Raya (Kubu
Olak-olak) beliau masih mengajar ngaji. Beliau pernah berkata kepada ku, bahwa
ia tak mengharapkan balasan, karena yang diharapkannya adalah keberkahan untuk
didunia dan diakhirat kelak. Subhanallah sungguh mulia hati ibu.
Ibuku
sangat suka menonton ceramah, biasanya nonton ceramah ustadz maulana, ustazah
oky, dan lain-lain. Malamnya nontondangdutan di indosiar, aku kadang berpikir,
lucu juga ya ibu pagi ceramah malam nontonnyadangdutanhahaha biar seimbang
mungkin. Selain itu ibu juga suka nonton film azab, suara hati istri, nih
ibu-ibu suka banget nonton film seperti itu ya. Aku suka kpop, ibu dangdutan,
aku suka drama Korea, ibu suka film di indosiar. Hm... Perbedaan yang indah.
Akan tetapi, aku dan ibu memiliki hobi yang sama, yaitu joging dipagi hari.
Setiap hari minggu pagi, kami berdua selalu keliling jalan pagi, seru juga sih
sambil joging berdua, menghirup udara segar, melihat pemandangan, bercanda, ngobrol
hal ini itu, tapi lucunya setelah joging aku dan ibu langsung mampir dikantin.
Langsung jajan, beli bubur, gorengan, kue yang ada disitu. Yahhh aku buang
niatnya mau diet jadi gagal, mana tahan kan karena tergoda sama makanan hahaha
selain joging bersama, aku dan ibu biasanya senam bareng, aku lumayan hapal
dengan salah satu vidiosenam yang biasa aku putar, jadi aku di depan dan ibu di
belakang, ibu ngikutin gerakan aku dari belakang. Kalian pahamkan, ibu-ibu kalo
senam biasanya lucu, gerakan yang salah biasa lucu buat kita, aku berdosa
banget, tapi ini beneran lucu deh, jadi aku senam sambil tertawa gitu.
Ibuku
sangat pintar memasak, masakannya selalu enak. Kalian semua pasti setujukan, makanan
yang paling enak adalah masakan ibu. Setiap ada acara dirumah, acara beruah, pengajian,
pasti masaknya sendiri aja, tetangga palingan bantuinmotong sayur, buat air
tapi kalo masalah memasak ibu aku jago banget, dan anehnya aku gak bisa
memasak. Padahal udah ikut resep dan cara masaknya juga, tapi kok gak sama gt
rasanya, kek masih ada yang kurang gt, bahkan kerja aja aku masih ceroboh, aku
selalu mecahin piring kalo mencuci, ibu udah pasrah aja sama piringnya,
marahnya ibu pun lembut banget, luluh hati aku, sayang deh sama ibu, kadang
kalo ibu marah pun aku suka bercanda, jangan banyak marah nanti cepat tua
kataku, dan dibalas dengan tatapan tajam olehnya, bukan aku gak menghormati ibu
ya, tapi emang suka bercanda sih. kadang aku nontonkpopbts, aku bilang menantu
ibu liatlah, emang mau sama kamu katanya, ketawa aja aku, enak di ajak
bercanda.
Ibuku
sangat suka ngumpul bareng,
ngumpul keluarga. Jadi keluarga dan sepupu aku diajak kerumah, ibu masak banyak
makanan dan makan bareng, jadi setiap keluarga pergi kerumah, ya gak canggung,
mau ngapainaja terserah. Selain ngumpul keluarga, ibu juga suka ngumpul bareng
sama temannya, dan ngumpulnya itu selalu diteras rumah. Aku yang dikamar, mau
rebahan sambil nonton drama Korea ajaterganggu gitu, baru berapa menit disuruh
ambilin kue, bikinin air minum, ya ampun belum lagi ghibahnya alasan ibu-ibu,
yang super duper lama banget, apalagi kalo pas ketawa, itu ketawanya sampai
kedengeran di dapur. Ini ibu-ibu pada ngomongin apa sih sampai sebahagia itu,
heran aja liatnya. Tapi jujur aku bahagia banget, melihat tawa ibu aku, tertawa
lepas seperti itu membuat aku tenang melihatnya.
Selain
itu, ibu juga sebagai pengarah style aku, dulu waktu aku masih sekolah di
Aliyah, setiap mau keluar atau pergi ke tempat keluarga, ibu selalu memberi
arahan untuk memakai baju apa, jilbab yang cocok, sendal atau sepatu apa, nih
ibu multitalenta banget sih, bisa semua salut deh. Tapi kenapa aku gak seperti
ibu ya. Suara ibu bagus, pintar masak, tapi akunya engga. Mungkin aku seperti
bapak kali ya haha...
Ibu
adalah tempat curhat bagiku, terkadang aku meminta sarannya setiap ada masalah.
Ia memberikan saran yang baik, sehingga aku bisa menyelesaikan masalah ku. Ibu
pendengar yang baik buat aku, yang sangat tulus hatinya mendengar keluhan ku,
yang tak pernah bosan mendengar ceritaku. Terkadang aku menyembunyikan
kesedihan ku, dan ibu tahu setiap aku menyembunyikan sesuatu darinya, ia selalu
bertanya apa aku baik-baik saja, apa ada masalah yang besar, sehingga sulit untuk
di selesaikan? Ia selalu bertanya seperti itu. Tentu aku tidak ingin membuatnya
khawatir, dan mengatakan bahwa aku baik-baik saja.
Semenjak
kuliah, aku LDR sama ibu. Aku di pontianak dan ibu dikampung. Aku sangat rindu
sama ibu, rindu omelannya, masakannya, rindu kasih sayangnya. Yaa terkadang ibu
mampir di pontianak, melihat keadaan ku, bertanya bagaimana dengan kuliah, tapi
hanya sebentar, hanya seminggu ibu disini, setelah itu pulang kampung lagi.
Setiap malam sering telponan walau sebentar, mendengar suaranya entah kenapa
aku merasa damai.
Subhanallah, aku sangat bersyukur memiliki ibu yang
sangat sempurna buatku. So, i love
you mom, you are the best for me.


Komentar
Posting Komentar